Mandala Airlines Penerbangan 660: Tragedi di Bukit Inahau yang Merenggut 70 Nyawa
Pada 24 Juli 1992, Indonesia kembali berduka akibat salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan pada masanya. Mandala Airlines Penerbangan 660, yang melayani rute Makassar–Ambon, mengalami kecelakaan saat melakukan pendekatan untuk mendarat di Bandara Pattimura, Ambon. Pesawat jenis Vickers Viscount 816 dengan registrasi PK-RVU tersebut menabrak lereng Bukit Inahau (sering juga disebut kawasan Gunung/Lereng Liliboy) sekitar 14 kilometer dari landasan pacu. Seluruh 70 orang di dalam pesawat, terdiri atas 63 penumpang dan 7 awak, dinyatakan meninggal dunia. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan penerbangan paling dikenang dalam sejarah transportasi udara Indonesia.
Menurut laporan investigasi dan berbagai catatan keselamatan penerbangan, pesawat sedang melakukan prosedur pendekatan menuju Bandara Pattimura ketika wilayah Ambon dilanda cuaca buruk, termasuk hujan lebat dan jarak pandang yang menurun. Dalam kondisi tersebut, pesawat kehilangan margin keselamatan terhadap medan di sekitarnya hingga akhirnya menghantam lereng bukit. Peristiwa ini tergolong Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yaitu kondisi ketika pesawat masih berada dalam kendali awak, tetapi tanpa disadari menabrak permukaan bumi atau rintangan akibat kombinasi faktor operasional dan lingkungan.
Investigasi menyimpulkan bahwa kecelakaan dipengaruhi oleh kesalahan dalam prosedur pendekatan, yang diperburuk oleh kondisi cuaca buruk. Faktor seperti hujan deras, kemungkinan adanya wind shear (perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba-tiba), serta terbatasnya visibilitas membuat proses pendaratan menjadi jauh lebih menantang. Temuan tersebut kemudian menjadi pengingat penting mengenai perlunya kepatuhan terhadap prosedur penerbangan, peningkatan pelatihan awak, serta pengembangan sistem navigasi dan peringatan keselamatan untuk meminimalkan risiko kecelakaan serupa.
Tragedi Mandala Airlines Penerbangan 660 memberikan pelajaran besar bagi dunia penerbangan Indonesia. Sejak saat itu, berbagai aspek keselamatan penerbangan terus diperkuat, mulai dari peningkatan standar operasi, modernisasi peralatan navigasi, hingga pengembangan sistem investigasi kecelakaan udara yang kini dijalankan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Meski teknologi penerbangan telah berkembang pesat, peristiwa ini tetap dikenang sebagai pengingat bahwa keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama.
Sumber:
Wikipedia – Mandala Airlines Flight 660: https://en.wikipedia.org/wiki/Mandala_Airlines_Flight_660
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT): https://knkt.go.id/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar