Yoi

Selasa, 14 Juli 2026

12 Juli 1941 - Lahirnya Tokoh Nasional, Andi Amrullah

 


12 Juli 1941: Lahirnya Andi Amrullah, Sastrawan, Akademisi, dan Budayawan Kalimantan Selatan

Tanggal 12 Juli 1941 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan sastra Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Pada hari itu lahir Prof. H. Andi Amrullah, S.H. di Kota Pagatan, Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. Ia kemudian dikenal sebagai seorang sastrawan, seniman, akademisi, sekaligus budayawan yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sastra, pendidikan tinggi, dan kebudayaan daerah. Kiprahnya menjadikan nama Kalimantan Selatan semakin dikenal dalam dunia kesusastraan nasional. Sumber: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/1794/1/Ensiklopedia%20Sastra%20Kalimantan%20Selatan%20%282008%29.pdf

Pendidikan dasar hingga perguruan tinggi ditempuh Andi Amrullah di Kota Malang, Jawa Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya pada tahun 1969, ia kembali ke Kalimantan Selatan. Sejak 1971, ia mengabdikan diri sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dedikasinya di dunia pendidikan terus berkembang hingga ia dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) pada tahun 1993. Selain mengajar, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, hukum, dan pemerintahan, termasuk pernah menjadi anggota DPRD Kalimantan Selatan periode 1982–1987. Sumber: https://repo-dosen.ulm.ac.id/bitstream/handle/123456789/17708/rev%20Leksikon%20Penyair%20Kalimantan%20Selatan%202020.pdf

Di bidang sastra, Andi Amrullah mulai menulis puisi sejak dekade 1950-an. Karya-karyanya tidak hanya berupa puisi, tetapi juga esai mengenai sastra, kebudayaan, hukum, sosial, dan politik yang dipublikasikan di berbagai media lokal maupun nasional. Sejumlah antologi puisi tunggal yang diterbitkannya antara lain Demi Buah Tin dan Zaitun (1973), Lintasan Waktu (1974), Titian Musim (1978), Arafah (1984), Yul (1985), Dian (1986), Kisi-Kisi Hidup (1996), dan Langkah (2005). Puisi-puisinya juga menghiasi berbagai antologi bersama yang menjadi bagian penting perkembangan sastra Kalimantan Selatan. Atas dedikasinya tersebut, ia menerima penghargaan seni dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sumber: https://repo-dosen.ulm.ac.id/bitstream/handle/123456789/17708/rev%20Leksikon%20Penyair%20Kalimantan%20Selatan%202020.pdf

Andi Amrullah wafat pada 28 Maret 2002. Meski telah tiada, warisan intelektual dan karya sastranya tetap menjadi referensi penting bagi generasi penerus. Sosoknya dikenang sebagai akademisi yang berhasil memadukan ilmu hukum, sastra, dan budaya dalam satu perjalanan hidup yang produktif. Peringatan kelahirannya setiap 12 Juli menjadi kesempatan untuk mengenang kontribusinya terhadap perkembangan sastra Indonesia, khususnya dari Kalimantan Selatan, sekaligus mengapresiasi tokoh daerah yang berhasil memberikan pengaruh di tingkat nasional. Sumber: https://koropak.co.id/23292/mengenal-andi-amrullah-dosen-dan-sastrawan-berpengaruh-dari-kalsel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar