Yoi

Rabu, 01 Juli 2026

1 Juli 1923 - Jalur Kereta Api Sulawesi




1 Juli 1923: Jalur Kereta Api Pertama dan Terakhir Hindia Belanda di Pulau Sulawesi Resmi Beroperasi

Pada 1 Juli 1923, Pemerintah Hindia Belanda resmi mengoperasikan jalur kereta api Makassar–Takalar di Sulawesi Selatan. Jalur sepanjang sekitar 47 kilometer ini menjadi jalur kereta api pertama yang pernah dibangun di Pulau Sulawesi. Pengelolaannya berada di bawah Staatstramwegen op Celebes (STC), bagian dari perusahaan kereta api negara Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS). Kehadiran jalur ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas penduduk sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan dari wilayah Takalar menuju Pelabuhan Makassar.

Sumber: IRPS – Sejarah Hari Ini (1 Juli 1923)

Pembangunan jalur tersebut sebenarnya merupakan bagian dari rencana yang jauh lebih besar. Pemerintah kolonial bercita-cita membangun jaringan rel yang menghubungkan Makassar, Maros, hingga wilayah lain di Sulawesi, bahkan terdapat gagasan untuk mengembangkan jaringan yang lebih luas ke arah utara pulau. Namun, berbagai kendala, mulai dari keterbatasan anggaran, kondisi ekonomi, hingga perubahan prioritas pembangunan membuat sebagian besar rencana tersebut tidak pernah terwujud. Akibatnya, hanya lintas Makassar–Takalar yang berhasil diselesaikan dan dioperasikan.

Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia – Naskah Sumber Arsip Perkeretaapian di Indonesia

Meski menjadi simbol modernisasi transportasi pada masanya, operasional jalur Makassar–Takalar tidak berlangsung lama. Jumlah penumpang dan volume angkutan barang jauh di bawah harapan. Berbeda dengan jalur-jalur kereta di Pulau Jawa dan Sumatra yang ditopang industri perkebunan serta pertambangan berskala besar, Sulawesi Selatan saat itu belum memiliki basis ekonomi yang cukup untuk menopang operasional kereta api secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menyebabkan perusahaan pengelola terus mengalami kerugian.

Sumber: Buletin Somba Opu – Jejak Kereta Api Pertama di Sulawesi

Situasi semakin memburuk setelah dunia dilanda Depresi Besar pada 1929. Krisis ekonomi global memaksa pemerintah kolonial melakukan penghematan, termasuk menghentikan subsidi bagi operasional Staatstramwegen op Celebes. Akhirnya, pada 1 Agustus 1930, jalur Makassar–Takalar resmi ditutup setelah beroperasi sekitar tujuh tahun. Penutupan tersebut menjadikannya sebagai jalur kereta api pertama sekaligus terakhir yang dibangun Pemerintah Hindia Belanda di Pulau Sulawesi.

Sumber: detikSulsel – Sejarah Kereta Api Pertama di Sulawesi Selatan

Meski rel dan sebagian besar infrastrukturnya telah lama hilang, jejak sejarah jalur Makassar–Takalar masih dapat ditemukan melalui bekas stasiun, dokumentasi arsip, dan penelitian sejarah. Kisah ini menjadi pengingat bahwa modernisasi transportasi di Indonesia berkembang dengan dinamika yang berbeda-beda di setiap wilayah. Kini, setelah hampir satu abad berlalu, pembangunan jalur kereta api modern di Sulawesi kembali dilakukan melalui proyek Trans Sulawesi, membuka babak baru perkeretaapian di pulau yang pernah memiliki jalur kereta sejak era kolonial. Sumber: IRPS – Sejarah Hari Ini (1 Juli 1923)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar