Peristiwa kebakaran kapal feri KMP Royce 1 yang terjadi pada 6 Mei 2023 di perairan Merak, Banten, menjadi salah satu insiden transportasi laut yang menyita perhatian publik. Kapal tersebut diketahui tengah berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, Lampung, ketika kebakaran terjadi pada sore hari. Laporan awal diterima oleh petugas Vessel Traffic Service (VTS) Merak sekitar pukul 14.50 WIB, yang kemudian memastikan bahwa kapal yang mengalami kebakaran adalah KMP Royce 1. (detiknews)
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa kebakaran mulai terlihat tidak lama setelah kapal berlayar, sekitar pukul 15.30 WIB. Asap hitam pekat muncul dari bagian dalam kapal, tepatnya di dek kendaraan. Dugaan sementara menyebutkan bahwa sumber api berasal dari salah satu kendaraan, seperti bus atau truk yang berada di dalam kapal, yang kemudian memicu kebakaran lebih besar. Otoritas setempat menyatakan bahwa penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan, meskipun indikasi awal mengarah pada kendaraan yang terbakar terlebih dahulu. (CNN Indonesia)
Saat kejadian, KMP Royce 1 mengangkut ratusan penumpang, dengan jumlah mencapai sekitar 456 orang serta puluhan kendaraan. Kepanikan sempat terjadi ketika api mulai membesar dan asap memenuhi bagian kapal. Para penumpang kemudian dievakuasi menggunakan kapal penyelamat dan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, serta nelayan setempat yang berada di sekitar lokasi. Proses evakuasi berlangsung cepat karena kondisi cuaca relatif cerah, sehingga seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke tempat yang aman di Pelabuhan Merak. (tirto.id)
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Api akhirnya berhasil dipadamkan pada malam hari setelah upaya intensif dari tim gabungan. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan dalam transportasi laut, terutama terkait pengangkutan kendaraan di dalam kapal feri yang berpotensi menjadi sumber risiko kebakaran jika tidak diawasi dengan ketat. (detiknews)
Secara keseluruhan, insiden KMP Royce 1 menjadi pengingat akan urgensi peningkatan pengawasan keselamatan pelayaran di Indonesia, khususnya pada jalur penyeberangan padat seperti Merak–Bakauheni. Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional dan penanganan darurat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-6707522/kronologi-kmp-royce-1-terbakar-di-laut-merak-hingga-penumpang-dievakuasi
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230507103157-20-946249/kronologi-penyelamatan-kapal-royce-1-yang-terbakar-di-selat-sunda
https://tirto.id/fakta-kapal-terbakar-di-merak-kronologi-hingga-jumlah-korban-gFJQ
https://www.goriau.com/berita/baca/kronologi-kmp-royce-terbakar-semua-penumpang-selamat.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar