Yoi

Rabu, 13 Mei 2026

14 Mei 1787 - Penangkapan Pengeran Amir Bin Sultan Kuning

 Pada 14 Mei 1787, salah satu perlawanan besar terhadap kolonial Belanda di tanah Banjar mencapai titik penting ketika Pangeran Amir bin Sultan Kuning berhasil ditangkap oleh pasukan VOC. Pangeran Amir merupakan bangsawan Kesultanan Banjar sekaligus tokoh yang memiliki hubungan darah dengan Pangeran Antasari, karena ia dikenal sebagai kakek dari pemimpin Perang Banjar tersebut. Penangkapan ini menjadi bagian dari konflik politik dan perebutan kekuasaan di lingkungan Kesultanan Banjar yang pada masa itu semakin dipengaruhi campur tangan Belanda. �

Berita Banjarmasin + 2




Latar belakang perlawanan Pangeran Amir bermula dari ketidakpuasannya terhadap situasi politik Kesultanan Banjar setelah naiknya Sultan Tahmidullah II yang mendapat dukungan VOC. Pangeran Amir, yang merupakan putra Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah, merasa memiliki hak atas takhta Kesultanan Banjar. Konflik internal kerajaan kemudian berkembang menjadi perlawanan terbuka terhadap pengaruh Belanda di wilayah Banjar. Dalam upayanya merebut kembali kekuasaan dan menentang dominasi VOC, Pangeran Amir menghimpun kekuatan besar yang diperkirakan mencapai sekitar 3.000 pengikut. �

Berita Banjarmasin + 2

Pasukan Pangeran Amir beberapa kali melakukan serangan terhadap wilayah yang dikuasai Belanda dan sekutunya. Namun VOC yang telah memiliki hubungan politik dengan elite kerajaan Banjar mengirim kekuatan militer di bawah pimpinan Kapten Christoffel Hofman atau Christoffel Hopman untuk menumpas gerakan tersebut. Pertempuran besar akhirnya terjadi pada 14 Mei 1787. Dalam pertempuran itu, pasukan Pangeran Amir berhasil dipukul mundur dan sang pangeran akhirnya tertangkap oleh pihak Belanda. Banyak pengikutnya tewas ataupun melarikan diri setelah kekalahan tersebut. �

Berita Banjarmasin + 2

Setelah ditangkap, Pangeran Amir dibawa ke Batavia sebelum akhirnya dijatuhi hukuman pengasingan ke Ceylon, yang kini dikenal sebagai Sri Lanka. Pengasingan ke wilayah yang sangat jauh dari tanah Banjar merupakan strategi umum VOC untuk mematahkan pengaruh para bangsawan dan pemimpin lokal yang dianggap berbahaya. Pangeran Amir menghabiskan sisa hidupnya di pengasingan dan tidak pernah kembali ke tanah kelahirannya hingga wafat di sana. �

Berita Banjarmasin + 2

Peristiwa penangkapan dan pengasingan Pangeran Amir memiliki dampak besar terhadap sejarah Banjar. Campur tangan VOC dalam urusan kerajaan semakin kuat setelah perlawanan tersebut berhasil dipadamkan. Dalam jangka panjang, pengalaman pahit keluarga kerajaan terhadap kolonial Belanda turut membentuk semangat perlawanan generasi berikutnya. Semangat itu kemudian diwariskan kepada cucunya, Pangeran Antasari, yang memimpin Perang Banjar melawan Belanda pada abad ke-19 dan kemudian dikenang sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. �

Berita Banjarmasin + 2

Sumber lengkap:

Berita Banjarmasin – Pangeran Amir, Pejuang Banjar yang Dibuang ke Srilanka⁠�

Intisari – Peristiwa Pangeran Amir Dibuang ke Sri Lanka⁠�

Kesultanan Banjar – Ensiklopedia STEKOM⁠�

Sultan Banjar – Ensiklopedia STEKOM⁠�

Wikisumber – Kalimantan Bab 6⁠�

Tidak ada komentar:

Posting Komentar