Pada 10 Mei 1922, lahirlah Rosihan Anwar, salah satu tokoh pers paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Ia lahir di Kubang Nan Dua, Sumatera Barat, pada masa Hindia Belanda. Nama Rosihan kemudian dikenal luas sebagai wartawan, penulis, sejarawan, budayawan, sekaligus intelektual publik yang aktif mengawal perkembangan bangsa sejak era penjajahan Jepang hingga masa Reformasi. Kiprahnya yang panjang membuat banyak kalangan menyebutnya sebagai “wartawan lintas zaman” karena ia menyaksikan dan menulis langsung berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. �
Kompas + 2
Rosihan memulai karier jurnalistiknya pada awal 1940-an ketika bekerja di surat kabar Asia Raya pada masa pendudukan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, ia semakin aktif di dunia pers dan ikut mendirikan berbagai media penting, termasuk majalah Siasat dan harian Pedoman. Melalui tulisan-tulisannya, Rosihan dikenal kritis terhadap kekuasaan, baik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno maupun Presiden Soeharto. Sikap independennya menyebabkan media yang dipimpinnya beberapa kali mengalami tekanan bahkan pembredelan oleh pemerintah. Meski demikian, Rosihan tetap konsisten menulis dan mempertahankan idealisme jurnalistiknya. �
Wikipedia + 2
Selain aktif sebagai wartawan, Rosihan juga dikenal produktif menulis buku sejarah, politik, dan memoar. Ia menghasilkan puluhan karya yang banyak dijadikan referensi mengenai perjalanan politik Indonesia abad ke-20. Gaya tulisannya dikenal lugas, tajam, namun tetap bernilai dokumentatif tinggi. Dalam dunia pers nasional, Rosihan turut berperan dalam berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946 dan pernah menjabat sebagai ketuanya. Atas dedikasinya terhadap dunia jurnalistik, ia memperoleh berbagai penghargaan, termasuk penghormatan dari komunitas pers nasional menjelang akhir hayatnya. �
Kompas + 2
Rosihan Anwar wafat di Jakarta pada 14 April 2011 dalam usia 88 tahun. Namun, pengaruh dan warisannya di dunia jurnalistik Indonesia masih terasa hingga kini. Banyak wartawan dan penulis generasi berikutnya menjadikan Rosihan sebagai simbol kebebasan pers, keberanian intelektual, dan integritas seorang jurnalis. Sosoknya dianggap sebagai salah satu saksi hidup perjalanan panjang Indonesia modern, yang tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga ikut membentuknya melalui tulisan dan pemikirannya. �
Wikipedia + 2
Sumber lengkap:
• Kompas.com – Biografi Rosihan Anwar�
• Wikipedia – Rosihan Anwar�
• Ensiklopedia Kemendikbud – Rosihan Anwar�
• Elshinta – Perjalanan hidup maestro jurnalisme Indonesia�
Tidak ada komentar:
Posting Komentar