Pada 1 Agustus 2025 pukul 15.47 WIB, Kereta Api Argo Bromo Anggrek (KA 1) relasi Surabaya Pasarturi–Gambir mengalami anjlok di emplasemen Stasiun Pegaden Baru, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Berdasarkan informasi PT Kereta Api Indonesia (KAI), lima kereta di bagian belakang rangkaian keluar dari rel. Seluruh penumpang segera dievakuasi oleh petugas, dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. KAI menyatakan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama serta langsung mengerahkan tim untuk melakukan penanganan di lokasi. Sumber: ANTARA – KAI sampaikan permohonan maaf terkait anjloknya KA Argo Bromo Anggrek
Insiden tersebut menyebabkan jalur kereta api lintas utara Jawa (Pantura) pada koridor Cikampek–Cirebon tidak dapat dilalui sementara. Akibatnya, perjalanan kereta api jarak jauh dari dan menuju Jakarta mengalami gangguan signifikan. Untuk menjaga kelangsungan operasional, KAI menerapkan pola operasi memutar melalui lintas Cikampek–Bandung–Tasikmalaya–Kroya. Jalur alternatif ini membuat waktu tempuh sejumlah perjalanan menjadi lebih lama dibandingkan jadwal normal. Sumber: Kompas.com – Dampak KA Argo Bromo Anggrek Anjlok, 80 Perjalanan Terganggu dan Rute Dialihkan
Dampak anjloknya KA Argo Bromo Anggrek sangat luas. Lebih dari 20 layanan kereta api terdampak dan harus dialihkan, di antaranya Argo Dwipangga, Argo Lawu, Argo Semeru, Argo Muria, Argo Sindoro, Argo Merbabu, Sembrani, Kutojaya Utara, Tegal Bahari, Bengawan, Bima, Taksaka, Fajar Utama Yogyakarta, Fajar Utama Solo, Gumarang, serta sejumlah perjalanan lainnya. Selain pengalihan rute, beberapa perjalanan juga mengalami keterlambatan bahkan pembatalan demi menjaga keselamatan operasional selama proses evakuasi dan perbaikan jalur berlangsung. Sumber: Kompas.com – Dampak KA Argo Bromo Anggrek Anjlok, 80 Perjalanan Terganggu dan Rute Dialihkan
KAI mengerahkan sekitar 200 personel teknis untuk mengevakuasi rangkaian kereta yang anjlok sekaligus memperbaiki prasarana rel. Setelah proses evakuasi selesai, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalur sebelum kembali dibuka secara bertahap dengan pembatasan kecepatan demi menjamin keamanan perjalanan. Di sisi lain, KAI juga menyediakan layanan informasi, perubahan jadwal, dan pengembalian bea tiket (refund) bagi pelanggan yang terdampak. Sumber: RRI – KAI Jelaskan Kronologi dan Penanganan Anjloknya KA Argo Bromo
Peristiwa ini menjadi salah satu gangguan operasional terbesar di jaringan kereta api Pulau Jawa sepanjang tahun 2025. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya menyebabkan seorang penumpang mengalami luka ringan akibat benturan, insiden tersebut menunjukkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan ketika jalur utama kereta api terganggu. Evaluasi terhadap penyebab anjlok dilakukan oleh pihak berwenang bersama PT KAI untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api di masa mendatang serta mencegah terulangnya kejadian serupa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar