Yoi

Selasa, 16 Juni 2026

17 Juni 683 - Kota Palembang

 


17 Juni 683 Masehi secara resmi diperingati sebagai hari jadi Kota Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan. Penetapan tanggal tersebut menjadikan Palembang sebagai salah satu kota tertua yang masih eksis di Indonesia hingga saat ini. Dasar historis peringatan tersebut berasal dari Prasasti Kedukan Bukit, sebuah peninggalan penting Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di kawasan Palembang dan menjadi salah satu sumber utama untuk menelusuri sejarah awal kota tersebut. Sumber: kompas.com

Prasasti Kedukan Bukit ditemukan pada 29 November 1920 oleh C.J. Batenburg di tepi Sungai Tatang, anak Sungai Musi. Prasasti ini ditulis menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Isinya menceritakan perjalanan suci (siddhayatra) yang dilakukan oleh Dapunta Hyang, tokoh yang diyakini sebagai pendiri atau penguasa awal Sriwijaya. Dalam prasasti tersebut disebutkan keberhasilan ekspedisi yang berujung pada pendirian sebuah "wanua" atau permukiman yang kemudian dikaitkan oleh banyak sejarawan sebagai cikal bakal Palembang dan pusat kekuasaan Sriwijaya. Sumber: travel.detik.com

Berdasarkan kajian para ahli epigrafi seperti J.G. de Casparis dan Boechari, penanggalan yang tercantum dalam prasasti tersebut sebenarnya bertepatan dengan 16 Juni 682 Masehi. Oleh karena itu, sebagian akademisi berpendapat bahwa tanggal tersebut merupakan hari yang lebih sesuai untuk menandai lahirnya permukiman awal Sriwijaya di Palembang. Bahkan hingga kini masih terdapat diskusi akademis mengenai perbedaan antara tanggal historis berdasarkan prasasti dan tanggal resmi yang digunakan pemerintah daerah. Sumber: researchgate.net

Meski demikian, Pemerintah Kota Palembang menetapkan 17 Juni 683 M sebagai hari jadi resmi melalui keputusan yang dirumuskan pada awal dekade 1970-an. Tanggal 17 dipilih dan dipertahankan hingga sekarang sebagai hari peringatan kota. Keputusan tersebut kemudian menjadi dasar berbagai perayaan hari ulang tahun Kota Palembang yang diselenggarakan setiap tahun. Sumber: giwang.sumselprov.go.id

Sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya, Palembang memiliki peran penting dalam sejarah Asia Tenggara. Pada abad ke-7 hingga ke-13, Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan maritim yang menguasai jalur perdagangan strategis di Selat Malaka dan menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang berpengaruh. Keberadaan Prasasti Kedukan Bukit tidak hanya menjadi bukti sejarah berdirinya Palembang, tetapi juga menjadi saksi awal kejayaan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Hingga kini, warisan sejarah tersebut tetap menjadi identitas penting bagi masyarakat Palembang dan Indonesia. Sumber: giwang.sumselprov.go.id

Referensi tambahan:

sumsel.idntimes.com⁠�

jitoe.com⁠�

Tidak ada komentar:

Posting Komentar