Yoi

Jumat, 08 Mei 2026

8 Mei 2018 - Awal dari Kerusuhan di Rutan Mako Brimob

 Kerusuhan di Rumah Tahanan Cabang Salemba yang berada di kompleks Mako Brimob Kelapa Dua menjadi salah satu insiden terorisme paling mencekam di Indonesia pada 8–10 Mei 2018. Peristiwa ini bermula pada Selasa malam, 8 Mei 2018, ketika terjadi cekcok antara narapidana kasus terorisme dan petugas penjagaan terkait pemeriksaan makanan kiriman keluarga. Situasi yang awalnya berupa adu argumen kemudian berkembang menjadi kerusuhan besar di dalam rutan. Para napi berhasil merebut senjata dari petugas dan menguasai sebagian area tahanan. Polisi segera menutup akses di sekitar lokasi dan memperketat penjagaan karena situasi dinilai sangat berbahaya. �

Kompas + 1




Dalam perkembangan berikutnya, ratusan napi terorisme dilaporkan melakukan penyanderaan terhadap sejumlah anggota Brimob dan Densus 88 Antiteror. Kerusuhan berlangsung selama sekitar 36 hingga 39 jam dan menciptakan ketegangan nasional. Aparat kepolisian melakukan negosiasi sambil mengevakuasi area sekitar Mako Brimob. Jalan akses menuju lokasi ditutup total, sementara personel bersenjata lengkap dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan pelarian tahanan maupun eskalasi serangan. Di media sosial, berbagai video dan foto dari dalam rutan sempat beredar luas dan menambah kepanikan publik saat itu. �

Kompas + 1

Pada Rabu, 9 Mei 2018, pihak kepolisian mengumumkan bahwa lima anggota Polri gugur dalam insiden tersebut. Mereka merupakan personel Densus 88 Antiteror yang berada di lokasi ketika kerusuhan pecah. Selain itu, satu narapidana terorisme juga dilaporkan tewas. Beberapa anggota polisi lainnya mengalami luka berat maupun ringan akibat serangan para napi yang menggunakan senjata tajam dan senjata api hasil rampasan. Para tahanan juga sempat meminta dipertemukan dengan Aman Abdurrahman, terdakwa kasus bom Thamrin yang saat itu sedang menjalani proses hukum. �

Kompas + 2

Setelah negosiasi panjang dan pengepungan ketat aparat, situasi akhirnya mulai terkendali pada Kamis pagi, 10 Mei 2018. Para napi terorisme menyerahkan diri secara bertahap kepada aparat kepolisian. Polisi kemudian melakukan sterilisasi area rutan serta memindahkan sejumlah tahanan ke lokasi lain demi alasan keamanan. Tragedi Kerusuhan Mako Brimob menjadi perhatian besar pemerintah Indonesia karena memperlihatkan tingginya ancaman radikalisme dan tantangan pengamanan tahanan terorisme di dalam lembaga pemasyarakatan khusus. Peristiwa ini juga dikenang sebagai salah satu insiden paling berdarah yang pernah dialami aparat antiteror Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. �

Kompas + 1

Sumber lengkap:

Kompas.com - Kronologi Kerusuhan Mako Brimob 2018⁠�

Kompas.com - Kronologi Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua⁠�

Kompas.com - Kisah Nyata Film Sayap-sayap Patah⁠�

Tidak ada komentar:

Posting Komentar