Yoi

Sabtu, 30 Mei 2026

30 Mei 1619 - Jan Pieterszoon Coen Menaklukkan Jayakarta

 Pada 30 Mei 1619, pasukan Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen berhasil merebut dan menghancurkan Jayakarta, sebuah kota pelabuhan penting di pesisir barat Pulau Jawa. Peristiwa ini menjadi salah satu titik penting dalam sejarah kolonial di Nusantara karena setelah penaklukan tersebut, VOC membangun pusat kekuasaan baru bernama Batavia di atas reruntuhan kota lama. Batavia kemudian berkembang menjadi pusat administrasi, perdagangan, dan militer Belanda di Asia selama ratusan tahun. Menurut catatan sejarah, tindakan ini dilakukan untuk memperkuat dominasi VOC dalam jalur perdagangan rempah-rempah dan menghadapi persaingan dari Inggris maupun kerajaan-kerajaan lokal di wilayah Nusantara.

britannica.com⁠�




Sebelum dikuasai VOC, wilayah tersebut dikenal sebagai Jayakarta atau Jacatra, yang sebelumnya merupakan pelabuhan penting setelah era Sunda Kelapa. Kota ini berada di bawah pengaruh Kesultanan Banten dan memiliki posisi strategis dalam perdagangan internasional. Ketegangan antara VOC, penguasa lokal, dan Inggris meningkat pada awal abad ke-17. Setelah konflik berkepanjangan, Coen kembali ke Jayakarta pada Mei 1619 dan melancarkan serangan besar. Kota itu dibakar dan penduduknya banyak yang melarikan diri. Dari situlah VOC mulai membangun Batavia sebagai kota benteng bergaya Eropa yang dirancang menyerupai kota-kota di Belanda, lengkap dengan kanal dan pusat perdagangan.

britannica.com⁠�

Nama Batavia sendiri diambil dari nama suku Batavi, leluhur bangsa Belanda kuno. Sejak saat itu, Batavia menjadi simbol kekuasaan kolonial Belanda di Asia Tenggara. Kota ini berkembang pesat sebagai pusat perdagangan internasional, tetapi juga menjadi tempat lahirnya berbagai kebijakan kolonial yang berdampak besar terhadap masyarakat lokal. Dalam perkembangannya, Batavia mengalami berbagai konflik, wabah penyakit, hingga perubahan sosial akibat sistem kolonial yang diterapkan VOC dan kemudian pemerintah Hindia Belanda. Banyak sejarawan menilai bahwa pendirian Batavia menjadi awal pengaruh kolonial Belanda yang semakin kuat di Indonesia selama lebih dari tiga abad.

britannica.com⁠�

Di sisi lain, sosok Jan Pieterszoon Coen hingga kini tetap menjadi figur kontroversial dalam sejarah. Di Belanda, ia pernah dianggap sebagai pendiri kejayaan kolonial VOC. Namun di Indonesia dan dalam banyak kajian modern, Coen juga dikritik karena menggunakan kekerasan ekstrem demi mempertahankan monopoli perdagangan. Kebijakannya di Kepulauan Banda pada 1621 bahkan sering disebut sebagai salah satu tragedi besar dalam sejarah kolonial Asia. Karena itu, penaklukan Jayakarta dan lahirnya Batavia tidak hanya dipandang sebagai peristiwa pendirian kota, tetapi juga sebagai simbol dimulainya era kolonialisme Belanda yang membawa dampak panjang bagi sejarah Indonesia.

britannica.com⁠�

Tidak ada komentar:

Posting Komentar