Yoi

Sabtu, 23 Mei 2026

25 Mei 1575 - Sultan Baabullah Usir Portugis dari Ternate

 



Pada 25 Mei 1575, Kesultanan Ternate di bawah kepemimpinan Sultan Baabullah berhasil memukul mundur Portugis dari Ternate setelah konflik panjang yang berlangsung selama lima tahun. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Nusantara karena menunjukkan bahwa kekuatan lokal mampu melawan dominasi bangsa Eropa pada abad ke-16. Keberhasilan tersebut juga sering disebut sebagai kemenangan besar pertama kerajaan pribumi di wilayah Indonesia terhadap kekuatan kolonial Barat. �

Zona Perang + 2

Kedatangan Portugis di Ternate bermula pada awal abad ke-16 ketika mereka mencari jalur perdagangan rempah-rempah, terutama cengkeh yang sangat bernilai tinggi di pasar Eropa. Awalnya hubungan antara Portugis dan Kesultanan Ternate berjalan cukup baik. Portugis bahkan diizinkan membangun benteng di Ternate pada tahun 1522. Namun, hubungan tersebut memburuk akibat campur tangan Portugis dalam urusan politik kerajaan, monopoli perdagangan, serta upaya penyebaran agama yang memicu ketegangan dengan masyarakat setempat. �

Wikipedia + 2

Konflik mencapai puncaknya ketika Sultan Khairun, ayah Sultan Baabullah, dibunuh oleh Portugis pada tahun 1570 saat memenuhi undangan perundingan. Peristiwa itu memicu kemarahan besar rakyat Ternate. Setelah naik takhta, Sultan Baabullah bersumpah untuk membalas kematian ayahnya dan mengusir Portugis dari Maluku. Ia kemudian memimpin perlawanan besar dengan menghimpun kekuatan dari berbagai wilayah di Maluku serta menjalin dukungan dari kerajaan-kerajaan lain di Nusantara. �

Kompas + 2

Di bawah kepemimpinannya, pasukan Ternate berhasil merebut sejumlah benteng Portugis dan mengepung benteng utama São João Baptista. Pengepungan berlangsung lama dengan memutus jalur logistik Portugis hingga mereka mengalami kekurangan makanan dan kehilangan kekuatan militer. Sultan Baabullah memilih strategi pengepungan dibanding penghancuran langsung karena banyak penduduk Ternate yang telah memiliki hubungan keluarga dengan orang Portugis di dalam benteng. Setelah bertahan selama bertahun-tahun, Portugis akhirnya menyerah dan meninggalkan Ternate pada 1575. �

Koran Makassar + 2

Keberhasilan tersebut membawa Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaannya. Sultan Baabullah dikenal dengan gelar “Penguasa 72 Pulau” karena luasnya pengaruh Ternate di kawasan Indonesia timur. Jalur perdagangan rempah-rempah kembali dikuasai oleh Ternate, sementara Portugis memindahkan pusat aktivitas mereka ke Ambon dan kemudian ke Timor. Meski demikian, kemenangan Ternate juga membuka jalan bagi kedatangan bangsa Eropa lain seperti Belanda di kemudian hari. �

Tribunnewswiki.com + 3

Sumber lengkap:

britannica.com⁠�

kompas.com⁠�

kompas.com⁠�

en.wikipedia.org⁠�

zonaperang.com⁠�

Tidak ada komentar:

Posting Komentar