Pada 23 Mei 1920, sebuah organisasi politik berhaluan komunis resmi berdiri di Hindia Belanda dengan nama Perserikatan Komunis di Hindia (PKH), yang kemudian berkembang menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Organisasi ini lahir dari transformasi Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV), kelompok sosialis yang didirikan oleh tokoh Belanda bernama Henk Sneevliet pada 1914. PKI kemudian dikenal sebagai salah satu partai komunis pertama di Asia dan menjadi bagian penting dalam dinamika politik Indonesia pada masa kolonial. �
Historia.ID + 2
Pada masa awal berdirinya, PKI dipimpin oleh Semaun bersama tokoh lain seperti Darsono dan Tan Malaka. Basis gerakan mereka banyak berkembang di kalangan buruh, khususnya pekerja kereta api dan pelabuhan di Semarang serta kota-kota industri lainnya. Ideologi yang diusung menekankan perjuangan kelas, anti-kolonialisme, dan perlawanan terhadap kapitalisme Belanda. Dalam perkembangannya, pengaruh PKI juga masuk ke organisasi Sarekat Islam hingga akhirnya memunculkan perpecahan antara kelompok SI Merah dan SI Putih akibat perbedaan ideologi politik dan agama. �
Kompas + 2
Pada Kongres tahun 1924, nama organisasi resmi diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Perubahan nama tersebut dianggap penting karena menggunakan istilah “Indonesia” pada saat identitas kebangsaan Indonesia masih belum sepenuhnya terbentuk. Dalam periode berikutnya, PKI berkembang cukup cepat dan menjadi salah satu kekuatan politik yang aktif menentang pemerintah kolonial Belanda. Namun, gerakan mereka yang semakin radikal memicu benturan dengan pemerintah kolonial, terutama setelah pemberontakan PKI tahun 1926–1927 di beberapa wilayah seperti Banten dan Sumatera Barat. Pemberontakan tersebut gagal dan direspons dengan penangkapan besar-besaran serta pembuangan ribuan kader ke kamp tahanan Boven Digoel di Papua. �
Historia.ID + 2
Setelah Indonesia merdeka, PKI kembali muncul sebagai kekuatan politik besar dan bahkan sempat menjadi salah satu partai komunis terbesar di dunia di luar Uni Soviet dan Tiongkok. Namun, perjalanan PKI berakhir tragis setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang kemudian diikuti pembubaran partai, penangkapan massal, serta konflik sosial-politik besar di Indonesia. Hingga kini, sejarah PKI tetap menjadi salah satu topik paling sensitif dan kompleks dalam sejarah modern Indonesia karena melibatkan aspek ideologi, kekuasaan, perjuangan kemerdekaan, hingga tragedi kemanusiaan. �
Wikipedia + 2
Sumber lengkap:
historia.id�
tirto.id�
kompas.com�
historia.id�

Tidak ada komentar:
Posting Komentar